Tampilkan postingan dengan label unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label unik. Tampilkan semua postingan
Selasa, 04 Maret 2014
Legenda si Gembel yang Unik
Daya tarik Dieng tidak sebatas keindahan alam nan eksotis. Mitos yang menyelimutinya semakin menjadi pesona sekaligus magnet kunjungan turis lokal dan mancanegara.
Sebutlah anak gembel dari Dieng. Kisah misteri keberadaan anak-anak gimbal ini begitu tersohor. Rambut mereka menjadi kaku tidak tercipta sejak lahir atau karena kesengajaan. Penyebabnya justru berlangsung saat usia anak balita. Diawali oleh demam tinggi, keesokan harinya beberapa helai rambut menyatu jadi gimbal.
![]() |
| Muhammad Alfarizi Masaid / Foto: Bhrahu Pradipto |
Setiap proses menjadi gimbal, demam bisa datang berulang. Anehnya, penampilan si anak gembel berubah kusam. Meskipun mandi dan keramas, kulit mereka seolah tak terawat. Ketika rambut gimbalnya dipotong, anak yang menderita “penyakit aneh” ini jatuh sakit lagi dan rambutnya kembali mengeras.
Belum ada yang bisa menjawab fenomena ini. Tak banyak kajian ilmiah yang membahasnya. Ketika dugaan penyebab gimbal berhubungan dengan kebersihan anak dan keluarganya, nyatanya kejanggalan juga terjadi pada keluarga dengan tingkat sanitasi di atas rata-rata. Contoh nyata tampak pada Muhammad Alfarizi Masaid, siswa kelas III SD (tahun 2011, pen). Rambutnya gimbal sementara adiknya berambut normal. Mereka berdua dibesarkan pasutri petani kentang yang cukup bertinjauan.
Menurut Drs. M. Aziz Wijaya, M. Si, selaku Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Wonosobo, dunia kedokteran baru bisa mendeteksi penyebab gimbal disebabkan demam tinggi dan perubahan struktur rambut.
Legenda si gembel
Legenda soal anak gembel berhubungan erat dengan mitos kyai Kolodote. Konon, di sekitar abad 17 ada tiga orang Kyai datang ke daerah ini (saat itu masih menjadi hutan yang lebat) yaitu Kyai Walik, Kyai Karim dan Kyai Kolodote. Dua kyai yang disebutkan awal membangun kota Wonosobo (Wono berarti hutan, dan sobo artinya mengunjungi), sementara Kyai Kolodote berdiam di Dieng.
Menurut cerita masyarakat, sosok Kyai Kolodote memiliki rambut gimbal dan beraliran kejawen. Bersama istrinya, Nyai Larascinde, tiba-tiba moksa (hilang tanpa bekas) di atas Gunung Kendil.
![]() |
| Muhammad Alfarizi Masaid / Foto: Bhrahu Pradipto |
Kini, sang Kyai memilih beberapa anak sebagai “titipan” sebelum melakukan kunjungan gaib kepada roh dua rekannya. Sebagian penduduk meyakini, bila rambut gimbal tampak pada anak perempuan merupakan ulah Nyai Larascinde
Satu-satunya cara mengembalikan rambut gimbal kembali normal harus melewati proses ruwatan. Sebelumnya, orang tua harus menuruti permintaan anak gimbal. Keinginan terunik yang pernah terjadi yakni permintaan 100 kepala ayam sebagai syarat mau diruwat, sebagaimana diceritakan M. Alif, staff pariwisata Dieng.
Kemudian, ketua adat atau disebut Kasepuan mempersiapkan upacara pemotongan rambut. Diawali dengan perjalanan ketua adat bersama asistennya melakukan napak tilas ke seluruh tempat petilasan Kyai Kolodote.
Letak dataran tinggi Dieng tepat di perbatasan dua kabupaten, yaitu Banjarnegara dan Wonosobo. Artinya, ada dua Kasepuan sesuai daerah masing-masing. Rusmanto di kawasan Wonosobo dan Naryono mewakili Banjarnegara.
Bagi (Mbah) Rusmanto cukup 10 petilasan yang dikunjungi, sementara (Mbah) Naryono wajib mendatangi 20 tempat. Setelah upacara ruwatan selesai, rambut anak gimbal dilarungkan (dihanyutkan) ke sungai. Rambut si anak pun akan kembali tumbuh normal.
Acara ruwatan biasanya dilaksanakan pada bulan Juli, saat musim panas sehingga menjadi suguhan wisata yang menarik.
Foto: Bhrahu Pradipto
Selasa, 26 November 2013
10 Fakta Menakjubkan dan Unik Tentang Ubur Ubur
Fakta pertama :
Jellyfish pertama kali muncul sekitar 650 juta tahun yang lalu dan ditemukan di setiap permukaan laut. Beberapa juga ditemukan banyak di air tawar.

Jellyfish pertama kali muncul sekitar 650 juta tahun yang lalu dan ditemukan di setiap permukaan laut. Beberapa juga ditemukan banyak di air tawar.
Fakta kedua :
Medusa (Plural Medusae) adalah istilah lain untuk ubur-ubur.
Medusa adalah istilah lain ubur-ubur yang hidupa di yunani, finlandia, portugis, rumania, ibrani, serbia, kroasia, spanyol, perancis, italia, hungaria, polandia, ceko, slowakia, rusia dan bulgaria.

Medusa (Plural Medusae) adalah istilah lain untuk ubur-ubur.
Medusa adalah istilah lain ubur-ubur yang hidupa di yunani, finlandia, portugis, rumania, ibrani, serbia, kroasia, spanyol, perancis, italia, hungaria, polandia, ceko, slowakia, rusia dan bulgaria.
Fakta ketiga :
Karena ubur-ubur bukanlah merupakan spesien dari ikan, kadang banyak terdapat anggapan yang keliru tentang ubur-ubur, oleh karenya American Public Aquariumsk telah mempopulerkan penggunaan istilah jeli laut (sea jellies) sebagai gantinya.
Fakta keempat :
Pada umumnya sekelompok atau sekawanan ubur-ubur ini disebut dengan istrilah bloom atau swarm.
Fakta kelima :
Ubur-ubur tidak memiliki sistem pernafasan karena kulit mereka cukup tipis dan bahwa tubuh mereka telah berisi oksigen oksigen melalui difusi.
Ubur-ubur tidak memiliki sistem pernafasan karena kulit mereka cukup tipis dan bahwa tubuh mereka telah berisi oksigen oksigen melalui difusi.
Fakta keenam :
Ubur-ubur tidak mempunyai otak atau sistem saraf pusat,
tetapi ubur-ubur memiliki jaringan saraf yang longgar, yang terletak di epidermis, yang juga disebut sebagai "jaring saraf."

Ubur-ubur tidak mempunyai otak atau sistem saraf pusat,
tetapi ubur-ubur memiliki jaringan saraf yang longgar, yang terletak di epidermis, yang juga disebut sebagai "jaring saraf."
Fakta ketujuh :
Ubur-ubur terdiri dari lebih dari 90% air. Sebagian besar massa bagian payung mereka adalah bahan agar-agar (jeli) yang disebut mesoglea, yang dikelilingi oleh dua lapisan sel yang membentuk payung (permukaan atas).
Sedangkan bagian permukaan bawah tubuhnya dikenal dengan sebutan bel.

Ubur-ubur terdiri dari lebih dari 90% air. Sebagian besar massa bagian payung mereka adalah bahan agar-agar (jeli) yang disebut mesoglea, yang dikelilingi oleh dua lapisan sel yang membentuk payung (permukaan atas).
Sedangkan bagian permukaan bawah tubuhnya dikenal dengan sebutan bel.
Fakta kedelapan :
Ubur-ubur memiliki sistem reproduksi yang unik, yaitu baik yang berjenis kelamin laki-laki maupun dan perempuan akan melepaskan sperma dan telur ke dalam air sekitarnya, di mana telur yang telah dibuahi dan tumbuh menjadi organisme baru.

Ubur-ubur memiliki sistem reproduksi yang unik, yaitu baik yang berjenis kelamin laki-laki maupun dan perempuan akan melepaskan sperma dan telur ke dalam air sekitarnya, di mana telur yang telah dibuahi dan tumbuh menjadi organisme baru.
Fakta kesembilan :
Ubur-ubur memiliki racun yang paling mematikan dan telah menyebabkan setidaknya 5.568 kematian sejak 1954. Setiap tentakel memiliki sekitar 500.000 harpun sindasites yang berbentuk jarum yang menyuntikkan bisa ke korban.
Ubur-ubur memiliki racun yang paling mematikan dan telah menyebabkan setidaknya 5.568 kematian sejak 1954. Setiap tentakel memiliki sekitar 500.000 harpun sindasites yang berbentuk jarum yang menyuntikkan bisa ke korban.
Spesies ubur-ubur terbesar adalah ubur-ubur bersurai singa (the lion’s mane jellyfish). Ubur-ubur ini adalah salah satu hewan yang dikenal terpanjang dan terbesar yang memiliki bel (tubuh) dengan diameter 2,3 m (7 kaki 6 inci) dan tentakel mencapai 36,5 m (120 kaki). Ubur-ubur ini ditemukan pernah terdampar di pantai teluk massachusetts pada tahun 1870.
sumber: http://feedproxy.google.com/~r/Strov/~3/GkFg0hMmAFM/10-fakta-menakjubkan-dari-ubur-ubur.html
Langganan:
Postingan (Atom)

