Tampilkan postingan dengan label penting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penting. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Maret 2014

Bill Gates Ejek Mark Zuckerberg Bahwa Internet Tidak Penting

bill-gates
Bill Gates I foto cnmeonline.com

Bos Facebook Mark Zuckerberg sedang menggarap proyek internet. Dia menjalin kerjasama dengan enam perusahaan teknologi raksasa untuk mendirikan fasilitas Internet murah dan menjangkau semua manusia. Proyek patungan bernama Internet.org ini memiliki visi untuk menyatukan semua orang di dunia melalui internet. Bahkan situs resminya menggunakan bahasa Indonesia.

Internet harus dibuat tersedia bagi setiap orang di seluruh dunia. Kalimat ini diucapkan oleh pendiri Facebook Mark Zuckerberg untuk jaringan global bulan Agustus.

Internet tidak akan menyelamatkan dunia, kata pendiri Microsoft, Vaksin Malaria lebih penting daripada koneksi internet. kata Bill Gates menambahkan.

Pendiri Microsoft Bill Gates melihatnya cukup berbeda. Dalam sebuah wawancara dengan majalah Financial Times, miliarder 58 tahun berada pada posisi yang berlawanan dengan Mark Zuckerberg.
"Saya suka hal IT," kata Gates. "Tetapi jika Anda ingin meningkatkan kehidupan, kita harus berurusan dengan hal-hal yang lebih mendasar seperti angka kematian bayi dan gizi buruk." Bahwa konektivitas internet global untuk Zuckerberg adalah lebih penting baginya hanyalah sebuah "lelucon". "Apa, koneksi internet lebih penting atau vaksin malaria?" Lanjut Gates.

Bill Gates menggambarkan dirinya sebagai seorang teknokrat. Tapi dia tidak percaya bahwa teknologi akan menyelamatkan dunia.

Proyek internet.org yang didirikan oleh Mark Zuckerberg bekerjasama dengan enam perusahaan teknologi untuk mensukseskan visi tersebut. Perusahaan tersebut antara lain : Ericsson, MediaTek, Opera Software, Samsung, Nokia, dan Qualcomm.

Melansir dari situs internet.org menggambarkan bahwa saat ini, dua per tiga populasi dunia tidak dapat mengakses internet. Bayangkan sebuah dunia di mana kita semua terhubung.

Internet.org adalah kemitraan global antara perusahaan papan atas di bidang teknologi, lembaga nirlaba, komunitas lokal, dan ahli yang bekerja sama untuk menghadirkan internet bagi dua per tiga populasi dunia yang belum mempunyai akses.

Dengan berbagi alat, sumber daya, dan praktik terbaik, para mitra Internet.org sedang mempelajari solusi di tiga area peluang utama: keterjangkauan, efisiensi, dan model bisnis.

Rencana bos faccebook menggarap internet murah dan dapat menghubungkan seluruh umat manusia memang terbilang hebat, namun bos microsoft mengganggap proyek internet itu tidak terlalu penting dan yang lebih penting adalah menemukan vaksin malaria, mengurangi gizi buruk, mengurangi kematian ibu yang melahirkan dan memangkas akar pemicu kemiskinan dan permasalahan sosial lainnya.

Bill Gates adalah salah donatur terbesar dalam bidang kemanusiaan melalui sebuah yayasan Bill & Melinda Gates Foundation (B&MGF atau Gates Foundation).

Melansir dari id.wikipedia.org, Bill & Melinda Gates Foundation (B&MGF atau Gates Foundation) adalah yayasan swasta yang beroperasi secara transparan terbesar di dunia, didirikan oleh Bill dan Melinda Gates. Yayasan ini "didorong oleh ketertarikan dan gairah keluarga Gates".

Tujuan utama yayasan ini adalah memperbaiki sistem kesehatan dan mengurangi kemiskinan ekstrem di seluruh dunia, dan memperluas kesempatan pendidikan serta akses ke teknologi informasi di Amerika Serikat. Yayasan yang berpusat di Seattle, Washington ini diawasi oleh tiga anggota dewan kepercayaannya: Bill Gates, Melinda Gates dan Warren Buffett.

Pejabat utama lainnya meliputi Ketua Pendamping William H. Gates, Sr. dan Pejabat Eksekutif Tertinggi Jeff Raikes. Yayasan ini telah menyalurkan bantuan senilai US$33,5 miliar pada 31 Desember 2009.

Skala yayasan dan cara penerapan teknik bisnis penyumbangannya menjadikannya salah satu pemimpin revolusi filantrokapitalisme dalam filantropi global, meski yayasan itu sendiri menyatakan bahwa peran filantropinya memiliki batasan. Pada tahun 2007, para pendirinya mendapat gelar filantropis paling dermawan kedua di Amerika Serikat. Pada tahun 2010, para pendirinya mendirikan The Commission on Education of Health Professionals for the 21st Century dengan tujuan "mengubah pendidikan untuk memperkuat sistem kesehatan di dunia yang saling bergantung satu sama lain".

ReadMore..

Kamis, 27 Februari 2014

Dr Asri Kepada Abby Ilmu Agama Penting Sebelum Memberi Pandangan…

Dr. Asri Kepada Abby: Ilmu Agama Penting Sebelum Memberi Pandangan...



KUALA LUMPUR –  Bekas Mufti Perlis, Dr Mohd Asri Zainul Abidin menyifatkan tindakan penyanyi dan pelakon, Abby Abadi mengkritiknya berhubung soal agama dalam twitter sebagai kebudak-budakan, selain tidak memahami secara mendalam maksud komennya menerusi laman sosial itu.
Dr Mohd Asri yang juga pensyarah Pengajian Islam di Universiti Sains Malaysia (USM), ahli Majlis Agama Islam Perlis dan Fellow OCIS di Universiti Oxford berkata, menuntut ilmu agama penting sebelum memberi pandangan kepada orang lain.
“Apabila seseorang itu tidak belajar banyak mengenai agama, dia tidak dapat membezakan orang yang mempertikai hukum Tuhan dengan pendapat manusia. Abby menganggap pendapat manusia itu adalah mempertikai hukum Tuhan.
“Apakah seseorang yang ingin menjadi ilmuwan dan ulama hanya mengambil masa sehari untuk belajar agama. Justeru, mereka yang berhijrah seperti artis dialu-alukan tetapi jangan lupa, ilmu agama bukan hanya pada semangat tetapi mendalaminya,” katanya ketika dihubungi Metro Ahad semalam.
Pada 29 Ogos lalu, Abby memberi komen terhadap kenyataan Dr Asri yang menulis: “Apakah satu keadilan jika dua orang yang terlibat dengan kecurian, seorang dipotong tangan sedangkan seorang lagi dipenjara kerana berbeza agama?”
Abby kemudian mencelah, “Maafkan saya Dr, Hudud hukum Allah. Dr belajar tinggi tetapi kenapa masih persoalkan? Tanggungjawab kita berat di dunia tapi manis di sana.”
Komen Abby kemudian dijawab Dr Mohd Asri yang mengatakan: “Seseorang yang kembali kepada agama dan dijemput ceramah tidak bererti dia benar-benar faham Islam. Teliti sebelum komen.”
Sementara itu, Abby ketika dihubungi Metro Ahad semalam berkata, komennya dalam laman sosial itu adalah pandangan peribadinya yang tidak berniat menghentam atau memaki penceramah itu.
“Tidak payah cakap soal hudud tapi dalam Islam, apa saja yang tertulis dalam al-Quran dan sunnah tidak boleh dibincang atau dipersoalkan. Saya akui tidak pandai agama, tetapi saya faham maksud dalam twitter dia.
“Sepatutnya, kena dengar suara jemaah apa yang perlu dibuat tanpa mempersoalkan hukum Tuhan. Saya faham komennya secara asas dan terdetik mengapa dia berpelajaran tinggi tetapi mempersoalkannya.
“Saya hormat dia kerana belajar tinggi dalam bidang agama tetapi saya tetap dengan pendirian saya, apa saja yang tertulis dalam al-Quran dan sunnah tidak boleh dipersoal,” katanya.
Menurut Abby, ada segelintir pihak menyebelahinya kerana mereka faham, namun dia tetap menghormati setiap pandangan orang lain.
Katanya, dia mahu berbaik dengan ramai pihak, termasuk individu bergelar ustaz. Selepas berhijrah dengan imej bertudung sejak pulang umrah pertengahan Mac lalu, dia mengakui menerima banyak jemputan menghadiri majlis keagamaan di seluruh negara, termasuk Sabah dan Sarawak.
“Memang tak menang tangan dan saya pun tidak sangka atas jemputan diterima. Apapun, saya tahu kemampuan sendiri walaupun ada yang mengharapkan sesuatu yang lebih daripada saya.
“Sebagai sahabat, saya bukan mahu mengajar tetapi berkongsi pengalaman dan pandangan. Saya akui memang dilahirkan Islam tetapi apabila tidak faham dan mengikut perintah Tuhan, orang panggil jahil,” katanya. - MyNewsHub
ReadMore..